Agar dapat melihat dan membedakan warna, seekor ikan setidaknya harus memiliki dua type sel kerucut (sel fotoreflektor pada retina mata untuk merespon warna) dalam matanya. Ikan yang berdiam atau menghuni dasar perairan (lele misalnya) hanya memiliki sebuah sel kerucut (sel fotoreflektor pada retina mata untuk merespon warna) saja dalam matanya sehingga ikan penghuni dasar hanya melihat segala sesuatunya dengan gradasi warna abu abu saja. Mereka dapat membedakan terang atau gelapnya suatu benda tapi tidak warnanya. Beberapa jenis ikan yang mendiami perairan dangkal seperti ikan mas dan karper memiliki empat sel kerucut (sel fotoreflektor pada retina mata untuk merespon warna) sehingga mereka dapat melihat semua warna termasuk warna warna yang tersembunyi dalam spectrum ultra violet.
Ikan ikan lain seperti bass dan sejenisnya mempunyai dua sel kerucut (sel fotoreflektor pada retina mata untuk merespon warna) pada matanya, sehingga membatasi mereka dalam melihat warna. Dalam hal ini mereka hanya dapat membedakan warna hitam, coklat, hijau dan merah kemungkinan juga warna kuning. Walaupun semua jenis jenis ikan ini melihat warna dengan cara yang berbeda beda, namun hal ini tidak mempunyai pengaruh dalam cara mereka memilih makanan – Penelitian mengungkapkan bahwa semua ikan sama dan sederajat dalam melihat makanan, gradasi atau kecerahan wana (merah terang vs merah gelap) tidak mempengaruhi ikan dalam keinginannya untuk menyerang umpan/makanan.
Sayangnya sampai saat ini tidak ada / belum ada penelitian yang menerangkan tentang kemampuan tiap spesies ikan dalam melihat warna. Melalui keterangan diatas, dalam memilih lure lebih baik memilih warna yang kontras dibandingkan dengan warna yang sesungguhnya, contoh, ambil sebuah lure dengan dua warna yang sangat berlawanan dan sangat kontras, contoh biru merah. Dibawah ini adalah bagaimana beberapa ikan melihat warna biru dan merah.
Warna Tersaring Dalam Air
Air dapat menyaring warna. Beberapa warna tidak dapat dilihat pada kedalaman tertentu sebab cahaya akan terurai ketika mengenai air dan sehingga beberapa gelombang cahaya (warna) akan tersaring. Kekuatan saringan ai ini bergantung pada kejernihan air, kondisi angin, kondisi cahaya dan kedalaman lure menyelam, Untuk mengerti hal ini ita harus lebih dahulu mengerti mengenai hubungan antara cahaya dan air.
Spectrum warna cahaya adalah merah, oranye, kuning, hijau, biru, nila dan ungu, semua warna ini bila dicampur akan menghasilkan warna putih. Jika seorang pemancing berdiri ditengah tengah danau yang sangat dalam dan menyorotkan sinar yang sangat terang kedalamnya, maka warna dalam sorotan cahaya itu akan berangsur angsur menghilang dalam perjalanannya menuju kedasar danau. Dalam 10 feet warna merah hampir menghilang, oranye hampir menghilang dan kuning memudar, Di kedalaman 35feet oranye hilang warna kuning dengan cepat memudar. Di kedalaman 75feet kuning terlihat seperti warna biru kehijauan dan warna yang terlihat hanyalah warna biru, nila dan ungu. Kedalaman lebih dari 150feet biru dan nila sangat sulit untuk dilihat, warna ungu menghilang. Pada kedalaman beberapa ratus feet hanya ultra violet saja warna yang tertinggal dan tidak tampak oleh manusia.

Warna neon bagaimanapun tidak akan menghilang seperti pada spectrum warna, sebab flourescene yang ada padanya berarti bahwa mereka akan berpendar ketika mengenai ultra violet. Menurut pengamatan flourescene pink dan kuning dapat terlihat pada kedalaman lebih dari 125feet .
Penyaringan oleh cahaya ini diasumsikan bahwa saat itu air dalam keadaan jernih sekali. Bahan bahan pengotor, sedimen yang terbawa air dan kondisi angin secara drastic dapat berefek pada angka angka kedalaman yang telah disebutkan tadi. Dalam keadaan yang seperti ini merah dan oranye merupakan warna yang lebih terlihat, dengan mengasumsikan bahwa kedalaman lure tidak melebihi 20feet. Beberapa tips dari beberapa pemancing dalam memilih warna lure disesuaikan dengan kedalaman dan warna air:
- Sangat Jernih (Super Clear) : Gunakan warna putih atau clear, berikan warna yang gemerlapan (glitter), semua warna terlihat dikedalaman sampai 10feet.
- Jernih ( Clear) : Biru sangat terlihat, putih terlihat, semua warna hampir terlihat pada kedalaman sampai 10 feet.
- Air yang kehijauan (green Water) : Hijaulah yang paling terlihat jelas.
- Air kotor sedikit keruh : Orange, hijau dan hijau muda kekuningan terlihat sangat jelas, sedangkan merah agak sedikit terlihat.
- Air keruh : Merah yang paling terlihat jelas.
Beberapa tambahan sebagai saran pemilihan warna lure dalam cahaya yang kurang, Low light (subuh sampai matahari terbit), medium light (subuh sampai matahari mencapai 20derajat dari ufuk) dan High light (dari 20 derajat ufuk menuju arah yang berlawanan dari ufuk/ menjelang magrib).
- Low light : Biru, ungu atau hitam bekerja dengan sangat baik, tambahkan kilauan dari warna silver (contoh alumunium foil).
- Medium light : Merah dan Oranye bekerja dengan sangat baik.
- High Light : Coklat atau abu abu bekerja sangat baik, tambahkan aksen warna flourescene.
Ketika cahaya mencapai level 0,1 (malam cerah, tanpa bulan), semua warna menajdi gradasi abu abu dan tidak dapat terlihat oleh ikan.
Silahkan mengambil kesimpulan sendiri, kalo ada yang salah tolong di koreksi dan kita sharing bareng bareng
