|
Fishing Report, Punggur 16-Oct-2011
Rekan Batam Fishing Club,
Beberapa hari lalu kita telah mendengar kejadian yang menyedihkan terutama untuk anglers2 seperti kita. Musibah kapal yang terbalik di daerah perairan punggur dan menimbulkan korban jiwa. Banyak dari kita bertanya-tanya mengenai kronologis kejadiannya dan kebetulan salah satu rekan yang mengalami langsung kejadian tersebut bersedia untuk membagi report trip mancing tersebut sebagai bahan pelajaran kita semua. Semoga kejadian ini tidak terulang lagi dan turut berduka cita untuk keluarga yang ditinggalkan. Berikut tulisan rekan tersebut yang dikirimkan ke saya untuk dipublish ke forum BFC.
Kepada semua rekan BFC,
Saya tidak terdaftar di BFC tapi selalu aktif melihat laporan dari rekan-rekan. Oleh karena itu saya merasa mempunyai tanggung jawab untuk membagikan cerita ini kepada semua dengan harapan kejadian ini tidak berulang kembali lagi.
Semoga kejadian ini bisa membuat semua pemancing menjunjung tinggi keselamatan, tidak panik dan menghormati laut (baik percaya atau pun tidak percaya). Life jacket harus dipakai terus karena kejadian kemarin kapal (L=+9 meters) langsung terbalik tanpa ada kesempatan untuk mengambil lagi.
Hari minggu tgl 16-10-11.
Yang berangkat pada kejadian itu:
- La Roni (Tekong)
- Hendra (ABK)
- YKC
- JG
- Togap - Korban
- Yan - Korban
Kita berangkat dari Punggur jam 08.00 pagi, dimana cuaca pada pagi hari itu sangat cerah dan panas. Tujuan keberangkatan Kita adalah ke Tj. Uban namun dikarenakan arus masih deras maka kita mancing di sekitar Punggur dulu. Sekitar jam 10.00 kita sepakat untuk ke lokasi yang sudah direncanakan (Tj. Uban) dan perjalanan tersebut memakan kurang lebih satu jam sampai ke tujuan. Cuaca masih cerah walaupun sempat kelihatan dari jauh langit sudah mulai gelap.
Setengah jam kemudian hujan (gerimis) mulai turun dan kelihatan kita sudah di kepung oleh hujan maka kita berbalik dan pindah ke olak yang sekitar +50 mtrs dari pulau (sesudah kejadian saya baru tahu nama nya pulau Kabil samping pulau Tj. Sauh). Semua dari kita merasa aman dan tenang karena di olak tersebut hanya gerimis saja dan tidak ada gelombang, arus ataupun angin. Saking tenang nya semua orang sudah mulai makan siang dan saya belum makan dikarenakan masih sibuk mancing.
Waktu itu sekitar jam 12an, kapal kita bagian port side (kiri) tertutup terpal untuk menghalangi hujan dan bagian starboard side (kanan), depan dan belakang terbuka menghadap ke pulau. Seingat saya, hujan semakin deras tapi tetap saja tidak ada gelombang dan angin (tidak juga terlihat ada indikasi putting beliung). Tiba-tiba saya mendengar suara angin yang sangat kencang dan dalam hitungan detik saya sudah kecebur dilaut (terlempar 5-6 meter dari kapal)…serasa tidak nyata dan lagi mimpi…saat kembali ke permukaan saya melihat kapal sudah terbalik dan sekeliling putih dikarenakan air berterbangan oleh angin. Saya masih menyempatkan diri untuk melihat keadaan teman-teman…semua nya masih ada dan disekeliling kapal yang sudah terbalik..ada beberapa diantara nya berpengangan pada kapal…
Lalu saya tidak bisa mengingat secara pasti dikarenakan saya sendiri sudah panik dan terakhir yang saya ingat 3 di antara yang selamat (Roni, Hendra & JG) sudah berenang jauh mengarah ke pulau dan saya masih di tengah laut dengan di belakang saya adalah dua korban tersebut (Togap dan Yan). Saya mencoba kembali ke Togap karena dia sudah sangat panik sambil meminta tolong kepada saya, saya arahkan satu tangan kepada dia untuk membuat dia mengapung di atas…namun saya yang tertekan ke bawah…sempat beberapa kali usaha itu akhirnya membuat saya sedikit kehabisan tenaga saya mengatakan sama dia saya tidak kuat dan berusaha berenang ke darat…namun beberapa saat sesudah itu dia minta tolong lagi dan saya kembali lagi dengan cara yang sama..sempat jaket yang saya lepaskan tersangkut di kaki pada saat saya mencoba menolong dia..saya kembali kehabisan tenaga dan saya bilang saya tidak sanggup lagi dan kembali mencoba berenang ke darat…terakhir saya menoleh lihat ke Togap…kepala dia sudah terbenam di air…saya mencoba kembali dan melingkari satu tangan saya ke leher dia dengan harapan kepala dia terus di atas air…namun usaha itu sia-sia karena fokus saya terpecah belah untuk berenang ke darat sambil melihat dia…kepala dia terus terbenam di bawah air dikarenakan gelombang (kecil) dan tergelincir dari tangan saya…dan setelah beberapa menit saya merasa saya tidak mendekat ke darat…semakin jauh…terakhir saya melihat wajah nya sudah tidak ada lagi…akhir nya di dalam hati meminta maaf dan saya melepaskan dia….
Saya mencoba berenang sendiri dengan pikiran keluarga dan masih banyak yang belum ku kerjakan…itu yang memberikan saya tenaga untuk melanjutkan dan akhir nya sekitar 20-30 mtrs saya ketemu kayu (yang di buang oleh mereka yang sudah sampai darat) dari situ saya semakin tenang dan pelan-pelan berenang ke darat…sesampai di darat…baru terasa kaki dan tangan saya lemas….dan saya nanyakan berapa orang yang sampai darat…trnyata cuma 4 orang…dalam pikiran saya, Yan pada saat itu masih kelihatan mengapung dan tidak bersuara harus nya selamat….
Kita yang selamat terdampar di pulau Kabil dan di pulau tersebut tidak berpenghuni sehingga kita harus menunggu sekitar 1 jam sebelum mendapatkan pertolongan dari kapal nelayan…kita di antar ke pulau Tj. Sauh untuk pindah ke kapal lain sebelum kembali ke Punggur untuk membuat laporan..sekitar jam 15.00 sore kita sampai di sana dan tim SAR yang mendapat informasi dari tekong langsung meluncur ke lokasi dan tidak mendapatkan teman-teman saya ataupun kapal itu. Saya sempat turun laut lagi mencari pada hari ke-3 dan 4 namun juga tidak ada hasil. Pada saat saya menuliskan ini dua teman saya sudah diketemukan diperairan Singapore…
Semoga arwah teman-teman saya diterima di sisi Nya dan ketabahan buat keluarga mereka….
YKC
__________________
katarap a.k.a mubarok
kalo negek, hati-hati kepleset ..
kalo ke tengah, jangan lupa life jacket ..
|