Ada berbagai jenis ikan beracun di lautan di dunia.
Zat racun yang mereka hasilkan biasanya bukan bertujuan untuk mengancam manusia, tapi untuk mempertahankan diri terhadap predator yang lebih besar.
Ikan Singa Merah (Pterois volitans)
Juga disebut ikan kalajengking.
Ikan singa merah merupakan anggota famili Scorpaenidae, yang mencakup semua jenis ikan yang berduri dan beracun, seperti ikan kalajengking totol.
Sirip dorsal ikan singa merah memiliki duri yang mengandung kantung kecil racun potensial, yang dipakainya untuk melindungi diri.
Tubuhnya panjang dan siripnya lebar.
Tingkat racun tergantung spesiesnya.
Aslinya ikan ini ditemukan di Samudera Hindia dan Pasifik, serta Sri Lanka. Ukuran terbesarnya 38 cm.
Di bawah mulutnya ada dua juluran yang dipakai untuk menyerang ikan atau udang-udangan kecil dengan menabraknya langsung dengan kepalanya.
Ikan buntal (Fugu)
Ikan buntal memiliki racun 1200 kali lebih kuat daripada sianida. Dengan racun ini, ia dapat menyebabkan kematian bagi manusia. Ia mengandung tetratoksin, racun yang mematikan. Walau begitu, dagingnya sangat lezat sehingga orang Jepang berupaya mencari jalan untuk dapat memakannya tanpa terkena resiko kematian.
Para koki menyebutnya raja ikan.
Untuk dapat memasak ikan ini, kokinya harus mendapat ijazah dari sekolah yang khusus mengajarkan cara memasak fugu.
Saat terancam ikan buntal menghirup udara hingga perutnya membesar. Hatinya sangat beracun, begitu juga ususnya, namun yang paling mematikan dari ikan buntal adalah ovariumnya.
Ikan Kalajengking totol (Scorpaena plumieri)
Hati-hati berjalan tanpa alas kaki di tepi pantai.
Bahkan dengan alas kaki saja, duri ikan kalajengking totol dapat menusuk kaki anda.
Ikan ini bersembunyi di bawah pasir dengan duri menghadap ke atas.
Mereka sendiri bisa dibilang sebagai batu yang hidup.
Ikannya sangat pasif dan dapat hidup selama empat bulan hanya dengan diam saja sambil memakan ikan yang berenang di sekitar mulutnya.
